Satu lagi nih, yang harus kuiingat menjelang puasa.
Hatta dan Jack, ya dua orang ini tentu tidak bisa dilupakan dalam Keluarga Kecil SINDO Makassar. Uts, sori saya menyebutnya keluarga kecil SINDO Makassar, sebab seperti itulah kami.
Jack dan Hatta, dua orang laki-laki yang tahun lalu berada di SINDO. Ya, tahun lalu, di bulan puasa, Hatta dan Jack keduanya sangat sibuk.
Hatta, sibuk menerima telepon dari Jakarta yang minta listing, sementara Jack salah satu Obey di Kantor kami juga sibuk membuat teh untuk buka puasa.
Keduanya sama sibuknya tetapi berbeda status, yang satunya seorang Kordinator Liputan di SINDO Makassar dan yang satunya Obey di kantor kami. Sayang sekali, saat ini mereka sudah tidak ada.
Hatta, sudah ke Jakarta menjadi Redaktur untuk SINDO Makassar, sedangkan Jack sudah tidak bekerja disini lagi.
Hatta, Jack Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ya
Minggu, 31 Agustus 2008
Minggu, 2008 Agustus 31

hemhemhem, bingung juga harus nulis dari mana. Untuk menceritakan kisah kawanku yang unik ini saya kok bingung harus nulis dari mana.
Tetapi, saya berusaha untuk menulis sedikit demi sedikit tentang dia. Takutnya saya berbuat salah. Tahun lalu, merupakan tahun dimana saya mulai bergabung dalam sebuah rumah. Rumah tempat kami berkumpul, bercanda dan mencari nafkah.
Sebuah rumah yang sangat sederhana di Jl H Bau. Hampir setiap hari saya menghabiskan waktu disana. Rumah Kecil Seputar Indonesi (SINDO), saya menyebutnya rumah, karena memang itu rumah.
Kembali masalah kawanku, namanya Abriandi. Suaranya selangit sangat ribut, aduh minta ampun suaranya. Anaknya juga lucu dan unik.
Singkat cerita,pertama kali mengenal seorang perempuan, dia langsung jatuh cinta. Aduh, benar benar gila pasalnya sang cewek sudah punya pacar dan akan segera menikah. Diantara dia dan gadis itu, timbullah cinta dalam hati. Mengagumi dan menyayangi seperti itulah dia setiap hari. Disela-sela melaksanakan tugas jurnalistiknya, dia pun menyempatkan untuk menghayalkan gadis impiannya.
Semuanya berjalan normal, hari-hari si andy selalu tersenyum dan terus membayangkan bersama-sama dengan Tuti sang gadis impian. Hingga akhirnya, segala impian dan hayalannya pun sirna. Gadis impian yang selama ini mampu menyejukkan hatinya, akhirnya menikah dengan kekasihnya.
Celaka 17 untuk kawanku. Hidupnya seolah mati, segala aktivitasnya terbuang. Hampir setiap saat ia meratapi kegagalannya. Jika dulu dia melaksanakan tugas jurnalistiknya dengan membayangkan gadis impiannya. Sebaliknya dia melaksanakan tugasnya dengan mencoba melupakan gadis impiannya.
Malam, ini setelah beberapa lama murung. Akhirnya dia tersenyum kembali. Saya baru melihat kebahagiaan terlukis diwajahnya sama seperti waktu ia mengagumi Tuti.
Entah, untuk menghilangkan sakit hati atau apa, saya tidak paham. Yang kutahu saat itu, dia kembali mengangumi seorang wanita. Namanya cukup saya yang tahu, dia seorang karyawan swasta di salah satu Mall ternama di Makassar.
Wanita itulah yang kembali menghadirkan senyum di wajah kawanku ini. Apalagi di malam ini dia membawa sebuah parcel ke kantor.
Hehehehe, tidak usah terlalu banyak menggoreskan sesuatu untukmu andy.
Mengenang Setahun Bekerja di SINDO

Akhir Juli 2007, saya mengirimkan lamaran ke Harian Seputar Indonesia. Waktu itu, saya dapat kabar SINDO Makassar akan terbit. Tanpa sepengetahuan teman-teman di kantor, Harian Ujung Pandang Ekspres. Saya pun memasukkan lamaran.
Tepatnya 6 Agustus, tim SINDO dari Jakarta datang, ke Hotel Santika. Informasi yang saya terima, hari itu ada tes wawancara kira-kira pukul14.00 wita. Bingung juga soalnya hari itu juga tugas dari kantor banyak sekali. Liput sana- liput sini.
Untung saya bisa memaksimalkan waktu, dengan bantuan seorang teman di Tribun Timur, akhirnya saya pun ikut tes di Santika Hotel. Saya masih ingat Tim Sindo yang datang namanya Bang Jaka Wapemred SINDO dan Bang Azhar redaktur SINDO.
Tesnya tidak begitu sulit, hanya mengiyakan apakah bersedia bekerja di SINDO. Tentu saja saya menyahut Ya, jika tidak dak mungkin saya mengirimkan lamaran. Serentak, dua orang dari SINDO Jakarta itu memberikan selamat.
Lagi-lagi saya bingung, secepat itukah kami diterima. Dan semua yang datang pada hari itu sudah diterima oleh SINDO. Kemudian tim dari SINDO menjanjikan pertemuan seminggu lagi. Setelah pertemuan selesai, saya balik ke kantor. Teman-teman di kantor menyampaikan, kalau saya ketahuan daftar di SINDO dan Bos sangat marah.
Entah waktu itu saya siap saja menerima resiko sekalipun di keluarkan dari Upeks. Dan memang saya diminta untuk keluar dari upeks. Setahun bekerja di upeks memang banyak pengalaman yang kudapatkan disanalah awal mulanya saya mengenal seperti apa kerja seorang jurnalis.
Lupakan tentang upeks, kembali mengenang setahun di SINDO, Aduh saya dah lupa tanggalnya, yang saya ingat waktu itu ada semacam pelatihan di barugae JL Pengayoman, oleh Bang Jaka sekalian kami pun diberikan surat tugas. Dan esoknya tanggal 15 Agustus, saya mulai mencari berita untuk simulasi.
Seminggu mencari berita, rasanya tidak adil setiap kali wawancara narasumber selalu mencari korannya mana?
Oh, ya tahun ini sudah setahun aku bekerja di SINDO, seiring dengan usia SINDO Makassar yang juga genap setahun. Menjadi seorang wartawan memiliki sejuta suka dan duka. Tetapi, lebih banyak sukanya walau sesekali duka terselip diselanya.
Selamat Ulang Tahun SINDO Makassar
Launching SINDO dan Bulan Puasa
Sabtu, 2008 Agustus 30

Besok, Tanggal 31 Agustus 2008.
Tarawih Pertama dan kita akan makan sahur bersama. Memasuki bulan puasa, kembali saya teringat Launching SINDO.
Ya, kalau dak salah tahun lalu pertama puasa tanggal 15 September. Tanggal Yang sama SINDO Makassar pun Launching. Alhamdulillah, punya kantor Baru di Jl H Bau nomor 2, dan koran pun launching hanya Engkau yang Tahu Tuhan, betapa senangnya 20 orang Reporter dan Forografer SINDO waktu itu. Sebab dia tidak lagi mendengar ejekan di warung kopi, yang hampir setiap hari menyebutnya Wartawan Tanpa Surat Kabar (WTS).
Seru sekali, launching SINDO dikemas sangat mewah. Waktu itu datang juga Sururi Al farouk Pimred SINDO, tapi cuma semalam. Dia tidak menyaksikan launching SINDO.
Aku masih ingat, artis-artis KDI dan Indonesian IDOL ikut berpartisipasi dalam launching SINDO. Nurdin KDI, terlihat jelas membagikan korang dan kurma pada pelanggan.
di sejumlah titik jalan di Makassar. Malamnya, SINDO kembali memeprkenalkan kedatangannya di Mall Panakukang.
Selasa, 22 Juli 2008
Senyum Terakhir Untukmu
Bersama malam, kuhadiahi kau sepenggal senyum. Sebab malam itu, hanya senyum yang bisa kulukiskan tuk menarik simpatimu. Tetapi, ternyata senyum itu tidak ada artinya.
Bersama malam, aku kembali menikmati keindahan alam yang tidak kudapatkan di kala siang. membawaku terhibur dan memaknai arti kebersamaan ini. Tidak ada yang istimewa, kawan. Selain bisa memberikanmu senyum, sebab kaupun tidak mengerti lagi apa yang telah kulakukan. Dari bibirmu yang manis, sekilas kulihat keceriaan yang pernah kau berikan padaku sebelum memasuki tidur panjangmu.
Bersama malam meski pahit, aku hanya bisa ucapkan selamat tinggal. Kenangan tentang, biarlah kulebur bersama malam.
Bersama malam, aku kembali menikmati keindahan alam yang tidak kudapatkan di kala siang. membawaku terhibur dan memaknai arti kebersamaan ini. Tidak ada yang istimewa, kawan. Selain bisa memberikanmu senyum, sebab kaupun tidak mengerti lagi apa yang telah kulakukan. Dari bibirmu yang manis, sekilas kulihat keceriaan yang pernah kau berikan padaku sebelum memasuki tidur panjangmu.
Bersama malam meski pahit, aku hanya bisa ucapkan selamat tinggal. Kenangan tentang, biarlah kulebur bersama malam.
Sabtu, 22 Maret 2008
Cerita Kemenangan
(Buat Mereka Yang Tak Pernah Merasa Kalah)
Aku tlah menghujat diriku mematikan hidupku dan membiarkan tubuhku jadi tak berarti
diam -diam aku tlah menusuk dirikumembunuh dan mematikan makna hidupku
siapakah aku yang tega menyakiti diriku sendiri ?semua orang tertawa, semua orang diam bahkan semua orang kan menjadikanku tak utuhtanaman mungkin lebih berarti bagikubinatang mungkin masih lebih terhormat dariku
tetapi yang penting kuketahui,saat aku terhujat, ketika aku tergugataku masih punya harga dirisebab setiap malam ku masih bisa menyebut nama-Mu
Selasa, 18 Maret 2008(andi amriani)
Aku tlah menghujat diriku mematikan hidupku dan membiarkan tubuhku jadi tak berarti
diam -diam aku tlah menusuk dirikumembunuh dan mematikan makna hidupku
siapakah aku yang tega menyakiti diriku sendiri ?semua orang tertawa, semua orang diam bahkan semua orang kan menjadikanku tak utuhtanaman mungkin lebih berarti bagikubinatang mungkin masih lebih terhormat dariku
tetapi yang penting kuketahui,saat aku terhujat, ketika aku tergugataku masih punya harga dirisebab setiap malam ku masih bisa menyebut nama-Mu
Selasa, 18 Maret 2008(andi amriani)
Jumat, 21 Maret 2008
Selamat Berbahagia
N I N I.......
Selamat Berbahagia,
Hanya kalimat itu yang bisa terlontar dari bibirku. Tatkala menyaksikan saudariku Nirmala Sari Haya menempuh hidup baru bersama saudaraku Ibrahim Halim mantan wartawan tribun timur.
Selamat Ya, Smoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.
Ucapan selamat ini juga buat saudaraku, Redaktur Ekonomi Harian Ujung Pandang Ekspre Rizaldy Nasri yang pada Sabtu 5 April juga akan menikah
Selamat Berbahagia,
Hanya kalimat itu yang bisa terlontar dari bibirku. Tatkala menyaksikan saudariku Nirmala Sari Haya menempuh hidup baru bersama saudaraku Ibrahim Halim mantan wartawan tribun timur.
Selamat Ya, Smoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.
Ucapan selamat ini juga buat saudaraku, Redaktur Ekonomi Harian Ujung Pandang Ekspre Rizaldy Nasri yang pada Sabtu 5 April juga akan menikah
Langganan:
Komentar (Atom)

